Menyambangi Dukuh Klampisan: Cerita dari Pedesaan


Trenggalek, 28 Agustus 2024- Dukuh Klampisan yang terletak di Desa Pucanganak Kecamatan Tugu tepatnya di Kabupaten Trenggalek menjadi salah satu Dukuh untuk tujuan anjangsana oleh rekan-rekan KKN UIN SATU TULUNGAGUNG Desa Pucanganak. Asal-usul nama Dukuh Klampisan berdasarkan sepengetahuan dari Bapak Murdianto sebagai Rukun Tangga 13 (RT 13) bahwa klampisan dulunya banyak pepohonan klampis-klampis, dengan itu disebut menjadi Dukuh Klampisan oleh warga setempat. Dukuh Klampisan sendiri terdapat 5 (lima) Rukun Tangga (RT), diantaranya meliputi RT 011, 012, 013, 014, 015 dan Rukun Warga (RW) terbagi menjadi 2 (dua) yakni RW 005 Dan RW 006. Dari keseluruhan Dusun atau Dukuh yang berada di Desa Pucanganak, Madin (Madrasah Diniyah) dan TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) terdapat di Dukuh Klampisan, yakni Nurul Hidayah di bawah pimpinan yayasan Bapak Imam Muhlis.

Masyarakat lokal mengandalkan sumber daya yang ada untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Di samping itu, warga Dukuh Klampisan mayoritas berprofesi sebagai petani dan pertanian tersebut menjadi mata pencaharian utama. Mereka membudidayakan berbagai tanaman, seperti padi, jagung, sayuran lainnya dan buah-buahan. Proses pertanian di sini masih banyak dilakukan dengan cara tradisional, yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga memperkuat ikatan sosial antar warga. Disisi lain, usaha ternak pribadi seperti sapi, kambing juga umum dijumpai. Tak banyak juga masyarakatnya yang hidup di luar kota atau merantau. Selain itu, juga terdapat usaha mebel, pabrik batu dan kerajinan anyaman besek.
Perlu diketahui bahwa di Dukuh Klampisan terdapat kelompok tani yang bisa dibilang sangat aktif dan cukup unggul, yaitu kelompok tani “Ngudi Makmur” yang diketuai oleh Bapak Jami’an yang berada di RT 14 dengan jumlah anggota sekitar 198 Orang. Luas lahan pekarangan diketahui sekitar 18 ha, kemudian lahan sawah seluas 23 ha, dan lahan tegal kurang lebih 61 ha. Pembuatan pupuk organik cair dan padat dengan tujuan sebagai nutrisi bagi tanaman dan meningkatkan kesuburan Tanah. Kemudian, pembuatan PESNAB (Pestisida Nabati) untuk pengendalian hama ramah lingkungan. Dengan menggunakan bahan-bahan organik tersebut dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sehingga aman untuk dikonsumsi. Jadi, mari kita ciptakan budidaya pertanian dan pangan rendah emisi.

Penulis: Eza Dela

Comments

Popular posts from this blog

Mengajar Ngaji di TPQ Sumbermadu Desa Pucanganak

Anjangsana dan Kunjungan ke Puskesmas Pucanganak Kecamatan Tugu